Pages

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Friday, 6 March 2015

Pertolongan Pertama Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Pertolongan Pertama Mengatasi Masuk Angin Pada Anak

Penyakit masuk angin pada buah hati merupakan salah satu masalah yang mencemaskan untuk beberapa orang tua terlebih jika terjadi di waktu malam hari. Apalagi jika hal ini ditambah dengan kurangnya pemahaman serta info. Terutama untuk beberapa orang tua, perihal langkah pencegahan serta menyembuhkan masuk angin pada anak memang sangat diperlukan.
Tips jitu mengatasi masuk angin pada anak antara lain:
Cari tahu penyebab masuk angin pada anak
Ada banyak hal yang bisa menyebabkan anak terserang masuk angin seperti udara dingin, terlalu lama bermain di luar rumah saat hujan, tiupan kipas angin dan AC. Karena itu, sebelum memutuskan untuk mengobatinya, sebaiknya hindarkan dulu penyebab tersebut, misalnya dengan membiasakan diri menggunakan baju hangat saat keluar rumah, jangan terlalu dekat menempatkan AC atau kipas angin, dan lain sebagainya.
Sesuaikan pengobatan masuk angin pada anak sesuai usianya
Kita pasti pernah mendengar tentang ramuan turun temurun dari orang tua kita untuk mengatasi masuk angin pada anak, yaitu dengan campuran bawang merah 1 atau 2 siung, minyak kelapa dan minyak telon. Parut bawang merah lalu dicampur dengan minyak telon, baluri tubuh anak terutama perut dan punggung, akan lebih baik jika Anda juga memberikan pijatan.
Perlu diketahui, ramuan tersebut memang bagus dan efektif, namun untuk anak usia dibawah 6 bulan, sebaiknya jangan pernah menggunakannya karena kulit bayi pada usia tersebut masih belum bisa beradaptasi dengan panas ramuan tersebut. Jika hal ini dilakukan pada bayi usia dibawah 6 bulan, kemungkinan akan menyebabkan kulit bayi menghitam karena panas yang diberikan ramuan tersebut masih belum sanggup diterima oleh kulitnya. Langkah terbaik untuk mengobati masuk angin pada anak usia dibawah 6 bulan cukup dengan mengoleskan minyak dengan kehangatan yang sedang seperti minyak telon di perut dan punggungnya. Minyak telon yang Anda gunakan pada anak Anda bisa dengan minyak telon al ghuroba dan minyak telon hasna.
Jika anak Anda sudah agak besar, lebih dari 6 bulan, maka boleh saja menggunakan ramuan tersebut, karena cukup mudah dibuat, murah dan terbukti efektif dalam mengatasi masuk angin pada anak.
Mencegah lebih baik dari pada mengobati ! pepatah itu memanglah pas, dikarenakan pencegahan tidaklah serumit penyembuhan, cuma saja pencegahan karakternya teratur, karena itulah yang mengakibatkan orang terkadang lupa menghindari datangnya penyakit. Masuk angin mungkin mengakibatkan si anak alami flu serta pilek, sakit kepala, serta demam. Sudah pasti, lebih baik mecegah dari sekarang sebelum anak anda mengalami masuk angin.
Pada zaman sekarang ini obat tradisional sangat jarang digunakan malah ramuan tradisional di anggap sebagai sesuatu yang kuno. Padahal ada banyak sekali kelebihan dari ramuan tradisional selain tanpa efek samping yang cukup berbahaya juga khasiatnya tidak kalah mujarab dengan obat medis di toko. (sumber : pondokibu.com)

Pengen Mendapatkan Bayi Laki Laki, Begini Caranya

Pengen Mendapatkan Bayi Laki Laki, Begini Caranya

Sebuah cara baru untuk mendapatkan momongan laki-laki telah ditemukan. Para peneliti dari Universitas Missouri menemukannya.
Jika calon ibu yang selalu sarapan dengan makanan yang banyak mengandung lemak ketika masa pembuahan akan cenderung melahirkan bayi laki-laki. Dr Cheryl Rosenfeld, peneliti dari University of Missouri mengungkapkan apa yang dikonsumsi calon ibu pada masa awal kehamilan dapat memengaruhi jenis kelamin dan kualitas kesehatan si jabang bayi.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini merupakan kelanjutan dari penelitian dua tahun lalu yang menemukan bahwa diet para ibu selama masa konsepsi dapat memengaruhi jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan.
"Diet tinggi kalori cenderung membuat ibu melahirkan anak laki-laki ketimbang perempuan, sedangkan diet rendah kalori justru sebaliknya. Pada riset manusia dan tikus, pembatasan makanan dan diet suboptimal selama masa pembuahan dan awal kehamilan juga menghasilkan banyak anak perempuan. Kemungkinan besar ini karena kekalahan seleksi dari fetus laki-laki, sebagai jenis kelamin paling rentan dalam rahim," kata Rosenfeld.
Untuk pastinya, para peneliti melakukan analisa gen pada plasenta tikus hamil di laboratorium. Dua kelompok tikus diberi dua jenis diet berbeda, yakni diet tinggi lemak atau karbohidrat, dan diet rendah kalori. Setiap kelompok ini menunjukkan efek dan ciri yang khusus dibanding kelompok lain yang diberi makanan yang bersumber dari kacang kedelai.
Selain terhadap perubahan kelamin, fetus perempuan pun cenderung lebih sensitif pada jenis makanan ibunya. Dan terdapat gen-gen yang cenderung lebih mudah terpengaruh atau terganggu. Setelah 12 hari , yang merupakan setengah dari masa kehamilan tikus, peneliti menemukan perbedaan pada hampir 2000 gen termasuk yang mempengaruhi pembentukan fungsi ginjal dan indra penciuman.
Hasilnya, gen menunjukkan sesuatu yang bersifat adaptif yang terbentuk oleh pola makan selama kehamilan. Dengan efek terbesar dialami oleh plasenta dari janin perempuan.
Peneliti menyimpulkan, ekspresi gen pada plasenta tikus bersifat adaptif dan dibentuk oleh pola diet selama hamil, dengan efek terbesar dialami oleh plasenta dari janin perempuan.
Diet tinggi kalori dan sarapan rutin pada studi ini diduga dapat meningkatkan peluang mendapatkan anak laki-laki. Sedangkan para ibu dengan asupan energi yang yang lebih rendah cenderung akan melairkan bayi perempuan.
Hasil studi ini juga menunjukkan jika asupan kalori yang tinggi pada masa konsepsi dapat meningkatkan peluang mendapatkan bayi laki-laki dari 10 hingga 11 dari setiap 20 kelahiran.
(Sumber : liputan6.com)

Manfaat Memberi Makan Ikan Pada 1000 Hari Pertama Anak

Manfaat Memberi Makan Ikan Pada 1000 Hari Pertama Anak

Seribu hari pertama kehidupan (HPK) manusia merupakan awal yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia selanjutnya.
Di saat itu, pondasi kesehatan menjadi sangat penting terutama dalam pemenuhan gizi dan perkembangan otak.
Masa ini kerap disebut golden periode atau periode emas yang tidak akan dapat diputar kembali. Sehingga setiap orangtua perlu memberikan perhatian lebih saat anaknya berada pada periode tersebut.
Saut Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan dalam masa periode emas itu mengkonsumsi ikan menjadi sangat penting bagi anak.
Dalam rangka mempromosikan pemenuhan gizi asal ikan pada 1000 hari pertama kehidupan atau pada masa periode emas, Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DKI menyelenggarakan safari peningkatan konsumsi ikan melalui menggelar masakan 50 jenis ikan dengan 400 macam jenis bumbu ala nusantara, di Museum Air Tawar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Ketersediaan ikan relatif mudah dijangkau oleh masyarakat dan setiap rumah tangga dapat membudidayakan ikan dalam lahan terbatas," kata Saut.
Periode Emas Bayi
Menurut Saut, ada beberapa alasan mengapa mengonsumsi ikan sangat penting pada masa periode emas anak. Diantaranya daging ikan kaya akan zat besi, calcium, protein dan asam lemak omega 3. Selain itu, khusus omega 3 pada ikan, melebihi 100 mg/100 gram daging ikan.
"Ini jauh di atas bahan pangan lain seperti daging sapi, ayam atau daging babi," kata Saut.
Alasan lainnya, protein pada ikan sangat mudah diserap tubuh sehingga mampu membantu pertumbuhan anak lebih optimal. Daging ikan juga berserat tipis dan lunak sehingga setiap anak mudah untuk memakan dan mencernanya. Selain itu kandungan gizi ikan sangat kompleks dan esensial bagi manusia.
"Dari alasan itu terlihat, bahwa ikan merupakan bahan pangan sehat yang bergizi tinggi yang mampu mengisi kebutuhan gizi anak selama golden periode atau 1000 hari pertama kehidupan dan ibu pada periode persiapan kehamilan, masa kehamilan hingga memberikan ASI," papar Saut.
Dengan gelaran acara yang diberi penghargaan Muri ini, kata Saut, diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya para ibu tentang pentingnya memberikan ikan yang kaya akan protein dan omega 3 sehingga bermanfaat bagi anak sejak masa periode emas atau 1000 hari pertama kehidupan.
Ketua APJI DKI Jakarta, Sulasmiati Supardan, mengatakan pihaknya mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan konsumsi ikan Indonesia.

Agar anak tumbuh tinggi dan cerdas Penuhi Asupan Nutrisi

Agar anak tumbuh tinggi dan cerdas Penuhi Asupan Nutrisi

Secara umum anak-anak Indonesia lebih pendek di bandingkan dengan anak-anak di negara Eropa, rata-rata tinggi pria Indonesia 170 cm dan untuk wanita 160 cm. Pertumbuhan pada anak berkembang sejak masih janin sampai pada masa pubertas. Bagaimana agar anak tumbuh tinggi dan cerdas? Tips dibawah ini bisa membantu.
Coba latihan Peregangan
Latihan peregangan sangat tepat di lakukan pada anak di masa pertumbuhan khususnya anak usia remaja sedangkan pada usia balita belum boleh melakukan latihan latihan peregangan.
Rutin berolahraga
Hormon pertumbuhan akan bekerja dengan baik saat berolahraga. Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon-hormon penting penunjang pertumbuhan dan hormon-hormon tersebut bekerja sangat baik jika rajin berolahraga. Olahraga renang dan basket samgat baik di lakukan agar anak tumbuh tinggi dan cerdas dalam berpikir.
Waspadai obesitas pada anak
Jika anak mengalami kegemukan atau obesitas tentu akan menghambat pertumbuhannya. Tumpukan lemak di bawah kulit akan menghambat tubuh untuk menyerap kalsium, oleh karena itu berat badan ideal anak harus selalu dijaga dengan memperhatikan nutrisi dan pola makannya.
Stimulasi dengan sinar matahari pagi
Beberapa penelitian berkesimpulan bahwa sinar matahari pagi mampu menstimulasi dan meregenerasi vitamin D pada tubuh manusia. Sinar matahari pagi juga dapat mempercepat proses penyerapan kalsium sehingga memperkuat tulang.
Agar anak tumbuh tinggi dan cerdas Tingkatkan kualitas tidur pada anak
Kualitas tidur yang baik dapat memaksimalkan pertumbuhan dan tinggi badan pada anak. Karena pada saat tidur hormon pertumbuhan akan bekerja dengan baik, kualitas tidur yang baik di peroleh jika anak dapat tidur dengan pulas dalam waktu 7 sampai 8 jam tanpa terganggu.
Perhatikan asupan gizi
Agar anak tumbuh tinggi dan cerdas harus di perhatikan gizi dan nutrisi yang seimbang. Terutama asupan nutrisi seperti kalsium, Vitamin C, vitamin D, vitamin B, yodium, zinc, zat besi, protein dan asam amino. Zat-zat gizi tersebut banyak terkandung dalam buah-buahan, sayuran seperti bayam, wortel, kacang kedelai, telur dan susu.
Agar anak tumbuh tinggi dan cerdas dengan terapi hormon pertumbuhan
Jika anak sulit untuk tumbuh tinggi, terapi hormon pertumbuhan bisa jadi sebuah solusi untuk merangsang hormon pertumbuhan pada anak. Untuk pilihan yang terakhir ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Rutin mengkonsumsi susu kaya kalsium juga bisa membantu pertumbuhan tinggi anak, dengan rutin minum dua gelas susu pagi dan sore. Agar anak tumbuh tinggi dan cerdas tips diatas bisa di praktekkan tetapi harus di lakukan dengan menyenangkan jangan justru membuat anak terpaksa dan merasa tertekan.
Sebagai orang tua tentu kita ingin kesempurnaan buat buah hati kita , tumbuh tinggi saja tanpa di ikuti dengan kecerdasan emosional dan kognitif juga tidak baik. Diperlukan juga kecerdasan dalam berinteraksi atau kecerdasan sosial dengan teman-teman sebayanya , mampu berpikir kreatif dan mempunyai tanggung jawab.
Anak yang sehat dan cerdas merupakna aset sumber daya manusia Indonesia, yang kelak akan berguna untuk membangun bangsa.

Kebutuhan Minum Anak Berdasarkan Usia dan Berat Badan

Kebutuhan Minum Anak Berdasarkan Usia dan Berat Badan

Kebutuhan air pada anak-anak ternyata berbeda satu dengan lain. Sangat penting bagi orangtua untuk memperhatikan kebutuhan air per hari berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas anak.
Dokter Sudung O Pardede, Sp.A(K) menjelaskan bahwa sejak lahir anak terus mengalami pertumbuhan sampai dewasa, karena itu kebutuhan airnya juga lebih banyak dibanding orang dewasa.
Jika kebutuhan cairan normal orang dewasa sekitar 2-4 persen dari berat badan, pada anak kebutuhannya mencapai 10-15 persen dari berat badannya.
Banyaknya air yang dibutuhkan setiap hari juga bergantung makanan yang dikonsumsi, suhu dan kelembaban lingkungan, tingkat aktivitas, dan kondisi tubuh. Pastinya, jumlah air yang dikeluarkan tubuh harus seimbang dengan jumlah air yang dikeluarkan tubuh setiap harinya.
Berikut daftar kebutuhan air perhari berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas anak:
- Usia 1-3 tahun =1,1 liter/ hari = 4 gelas
- Usia 4-6 tahun = 1,4 liter/hari =6 gelas
- Usia 7-9 tahun = 1,6 liter/hari = 6 gelas
- Anak laki-laki (10-12 tahun) = 1,8 liter/hari = 7 gelas
- Anak perempuan (10- 12 tahun) = 1,9 liter/hari = 8 gelas
Menurut Sudung, takaran kebutuhan air ini bukan standar tetap dan disesuaikan dengan kondisi anak setiap harinya. Jika kondisi anak sakit atau aktivitasnya lebih banyak maka asupan air harus ditambah.
Selain itu, jika anak sedang demam dan keringatnya banyak maka harus ditambah lagi asupan airnya. "Untuk kenaikan 1 derajat celcius diatas 38 maka harus ditambah lagi 12% kebutuhan airnya dari batas normal,” kata Sudung.
Selain kebutuhan air perhari berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas anak, orangtua juga perlu memperhatikan kualitas air yang diminum. Air yang memenuhi syarat adalah air yang tidak berasa, tidak berbau dan jernih, serta tidak mengandung cemaran. Untuk bayi berusia 0-6 bulan, yang dibutuhkan hanyalah air susu ibu.
(sumber : tribunnews.com)

12 Rahasia Bayi & Balita Agar Jarang Sakit

12 Rahasia Bayi & Balita Agar Jarang Sakit

Saat si kecil sakit biasanya orang tua menjadi panik dan sedih karena melihat anaknya terkulai lemas tak berdaya. Itu pula yang dirasakan beberapa orang tua yang datang pada saya mengeluhkan kenapa anaknya mudah sakit padahal udah dikasih vitamin ini dan itu namun tetap saja buah hatinya seringkali sakit mulai demam, batuk, pilek, diare dll.
Sejatinya memang wajar bayi dan anak-anak mudah sakit jika dibandingkan orang dewasa, anak-anak memang lebih rentan terhadap penyakit karena sistem imunnya belum terbentuk dengan sempurna. Anak paling rentan sakit biasanya pada usia balita dan kurang dari satu tahun. Banyak faktor yang menyebabkan si kecil sakit, namun penyebab terbesar adalah adanya infeksi Virus itulah sebabnya saya jarang memberikan antibitok ketika mendapat pasien balita.
Selain sistem imun yg masih belum sempurna, biasanya anak-anak selalu dibawa orang tua kemana-mana, sementara diluaran rumah juga banyak kuman penyakit bertebaran. Anak-anak dan bayi juga senang memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Sementara orang tua jg tidak bisa selalu mengawasi ketat selama 24 jam setiap harinya. Untuk itulah perlunya peran serta orang tua untuk mengajari anak hidup sehat sejak dini supaya ke depan anak tumbuh sehat dan pintar.
Berikut saya coba berikan beberapa tips yang mungkin bisa dicoba dalam rangka untuk mengurangi resiko anak tertular penyakit:
1. Berikan ASI Eksklusif
Bayi baru lahir hingga 6 bulan kehidupannya di dunia sebaiknya hanya diberikan ASI full karena pemberian ASI saja sudah cukup untuk memenuhi Gizi bayi sekaligus pembentukan sistem imun tubuh juga akan menjadi lebih baik.
2. Jaga Kebersihan Perlengkapan bayi
untuk menghindari penularan penyakit cuci bersihlah perlengkapan makan, minum dan pakaian bayi dengan baik dan benar agar terbebas dari kuman dan penyakit.
3. Ajari Untuk Gemar Makan Buah dan Sayuran
Saya sering menemui pasien anak yang sudah makan buah dan sayuran karena tidak dikenalkan sejak dini pada jenis makanan ini. Padahal dengan menyukai buah dan sayuran tubuh menjadi lebih kebal terhadap penyakit karena kandungan antioksidan tinggi pada buah dan sayuran.
4. Berikan Madu
Bagi bayi yang sudah berusia diatas 2 tahun orang tua bisa memberikan madu secara rutin. Seperti kita tahu madu memiliki kandungan anti virus, anti kuman dan kemampuan meningkatkan kekebalan tubuh secara alami. Tips menambah daya tahan tubuh anak & memperbanyak nafsu makannya bisa dibaca di tulisan kami disini : http://on.fb.me/VgyYWx
5. Imunisasi
Ditenganh pro dan kontra tentang manfaat pemberian imunisasi dengan munculnya berbagai gerakan anti imunisasi. Menurut saya pribadi itu menjadi Hak orang tua sepenuhnya, namun saya sendiri meyakini jika imunisasi memberikan manfaat yang sangat besar terbukti dengan beberapa kejadian ledakan wabah penyakit tertentu pada suatu daerah karena tidak adanya kesadaran utk imunisasi.
6. Cukup Istirahat
Balita membutuhkan tidur lebih banyak ketimbang orang tua, dari tidur itulah tubuh bayi mulai membangun sistem kekebalan tubuhnya agar tetap baik dan menjadi sempurna.
7. Hindari makanan Instan dan Jajanan Yang Tidak Sehat
Bayi dan anak-anak biasanaya menyukai snack-snakc yang gurih dan jajanan dipinggir jalan yang tidak bisa kita pastikan kebersihan dan nilai gizinya. Ada baiknya orang tua pandai-pandai memilih jajanan untuk anaknya, jika orang tua sanggup buatkan sendiri jajanan sehat untuk anak jadi kita tahu benar nilai gizi yang anak dapatkan.
8. Ajarkan Balita Hidup Sehat
Mulai mengajarkan menggosok gigi, mencuci tangan, dan berbagai kebiasaan hidup sehat lainnya sehingga anak menjadi terbiasa ketika tumbuh dewasa nanti.
9. Jauhkan Anak dari Paparan Asap Rokok, Debu dan Polusi Udara
Rendahnya tingkat kekebalan anak membuat kualitas udara sangat mempengaruhi tingkat kesehatan anak, usahakan anak mendapatkan cukup oksigen yang fresh dan terbebas dari polusi udara. Orang tua perokok juga harus sadar untuk jauh dari anak ketika merokok atau lebih baik berhenti total merokok demi kesehatan sendiri dan keluarga.
10. Cukupi Kebutuhan Gizi Anak
Makanan menjadi penentu baiknya pertumbuhan dan perkembangan anak kita. Gizi yang seimbang mulai dari kebutuhan vitamin, protein, karbohidrat, dll dapat dipenuhi dari menu makanan yang bervariasi setiap harinya agar anak juga tidak menjadi bosan. Sajikan juga menu makanan yang menarik agar anak menjadi semangat untuk makan.
11. Ajak Anak Berolahraga
Bukan cuma orang tua yang harus berolahraga, anak-anak pun juga sudah bisa mulai diajak untuk aktif bergerak dan berolahraga walau hanya olahraga yang ringan saja. Dengan tubuh yang aktif otomatis aliran darah menjadi lancar sehingga kecukupan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh semakin baik. Hal itu tentunya akan membuat anak tetap sehat dan bugar.
12. Periksa Ke Dokter
Jangan sungkan untuk datang berkonsultasi pada dokter / dokter anak anda ketika mendapati keluhan seputar tumbuh kembang anak. Sehingga pada akhirnya perkembangannya dapat selalu terpantau dengan baik.
Demikian beberapa tips dan cara untuk menjaga balita anda supaya tidak mudah sakit. beberapa cara diatas akan lebih sempurna ketika anda merawat anak anda sendiri dengan penuh kasih dan sayang yang tulus. Wujud cinta pada anak akan membuat mereka tumbuh dan berkembang dengan baik, sehat dan cerdas. Anak adalah cerminan dari orang tua, dengan memberikan perhatian yang maksimal otomatis anda juga sudah menghargai diri anda sendiri sebagai orang tua. (sumber : kompasiana / Wahyu Triasamara )

CARA MEMBIASAKAN ANAK GOSOK GIGI SEJAK DINI

CARA MEMBIASAKAN ANAK GOSOK GIGI SEJAK DINI

Mengajarkan anak menggosok gigi terkadang sering terlupakan oleh orang tua dan di anggap tidak penting. Sesungguhnya manfaatnya lebih dari sekedar pendidikan namun dapat menjadi sebuah pengingat bagi orang tua untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Cara membiasakan si kecil menggosok gigi demi kesehatan:
-Ajarkan menggosok gigi sejak dini
Usia dini adalah waktu yang paling tepat untuk mengajarkan si kecil agar mulai terbiasa untuk menggosok gigi. Sejak si kecil mulai tumbuh gigi biasanya mulai juga dia memasukkan sesuatu kedalam mulutnya, misalkan saja mainan. Padahal belum tentu mainan yang masuk ke mulut itu bersih.
-Biarkan si kecil memilih sikat gigi sendiri
Cara mengajak anak menggosok gigiSikat gigi untuk anak-anak memiliki banyak macam dan pilihan untuk memberikan daya tarik pada anak. Jadi, jika Anda ingin memulai mengenalkan pentingnya sikat gigi pada anak, ajak si kecil untuk membeli sikat gigi dan beri kebebasan untuk memilih sikat gigi model apa yang dia suka.
-Ajak Si kecil menggosok gigi bersama Anda
Dengan cara tersebut, Anda bisa mengajarkan bagaimana cara menggosok gigi yang baik dan benar. Jika kita tidak mengajarinya, maka si kecil akan terbiasa gosok gigi dengan cara yang salah.
-Ceritakan sesuatu yang menarik tentang gigi
Anak kecil biasanya paling suka berimajinasi. Jadi manfaatkan rasa suka itu dengan menceritakan tentang gigi yang sehat dan kuat kepadanya, agar si kecil lebih tertarik untuk memiliki gigi yang sehat dan kuat. Beri pengertian pada si kecil bahwa jika dia ingin memiliki gigi yang sehat dan kuat maka dia haruslah rajin menggosok gigi.
-Ajarkan si kecil untuk merawat sikat gigi
Selain mengajarkan anak agar terbiasa menggosok gigi, ajarkan juga kepadanya bagaimana kita harus memperlakukan sikat gigi dengan baik. Ajarkan si kecil menutup kepala sikat selesai dia menyikat gigi agar tidak terkena bakteri kemudian simpan sikat ditempat yang bersih. Ganti sikat gigi si kecil dengan sikat yang baru apabila bulu sikat sudah rusak.
Mintalah kepada si kecil untuk melakukan hal-hal yang baik setiap hari, dengan demikian si kecil akan terbiasa melakukannya. Semoga dengan cara itu si kecil sudah hafal dan terbiasa menggosok giginya. Jangan bosan juga untuk mengingatkan si kecil bahwa untuk kesehatan gigi kita harus membiasakannya dengan menggosok gigi.

5 PENYAKIT YANG DAPAT MENULAR PADA ANAK DI SEKOLAH

5 PENYAKIT YANG DAPAT MENULAR PADA ANAK DI SEKOLAH
Menurut Debra Best, M.D, asisten profesor pediatri dari Duke University Medical Center, ada berbagai macam virus, bakteri, atau pun kuman yang siap menyerang Si Kecil selama di sekolah. Cara paling sederhana untuk menghindari serangan tersebut adalah dengan selalu menjaga kebersihan tubuhnya. Berikut daftar 5 penyakit yang paling banyak menulari anak-anak saat berada di sekolah.
Impetigo
Impetigo merupakan infeksi pada kulit berupa lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak yang kebersihannya kurang terjaga dan bisa menginfeksi seluruh bagian tubuh, namun paling banyak ditemukan pada tungkai, wajah, serta lengan. Impetigo biasanya juga muncul setelah terjadinya infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau infeksi lainnya.
Radang Tenggorokan
Radang ini terjadi karena adanya infeksi yang disebabkan bakteri streptokokus pada tenggorokan dan amandel. Radang tenggorokan menyerang secara tiba-tiba dan menyebabkan rasa sakit yang sangat parah di tenggorokan. Biasanya juga disertai demam, tetapi tanpa batuk dan hidung tersumbat. Jika tidak dirawat dengan tepat, radang tenggorokan bisa menyebabkan komplikasi, seperti peradangan ginjal dan demam rematik.
Cacar Air
Gejala awal cacar air ditandai dengan demam dan atau sakit tenggorokan. Setelah itu, akan muncul bintik-bintik yang menyerupai jerawat kecil atau gigitan serangga. Bintik tersebut umumnya terlihat pertama kali di sekitar perut Si Kecil atau bagian punggungnya. Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster dan umumnya menyerang anak mulai usia 9 bulan ke atas.
Meningitis
Penyakit ini ditandai dengan timbulnya demam, sakit kepala, leher kaku, muntah, dan penderita tampak kebingungan. Meningitis dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun, kebanyakan orang menderita meningitis karena terinfeksi virus dan lebih mudah disembuhkan, dibandingkan meningitis karena bakteri yang bisa menyebabkan kematian. Satu-satunya cara untuk membedakan penyebab meningitis adalah dengan melakukan tes cairan tulang belakang. Karenanya, segera hubungi dokter jika Anda melihat gejala meningitis pada Si Kecil.
Flu Singapura (Penyakit Mulut, Tangan, dan Kaki)
Flu singapura sangat menular dan terjadi sepanjang tahun, terutama saat musim panas. Penyakit ini ditandai dengan demam tidak tinggi selama 2-3 hari disertai sakit leher, kehilangan nafsu makan, flu, ruam di bagian mulut, tangan, dan kaki, serta bokong. Setelah itu, akan muncul ruam dan semacam sariawan di mulut sebanyak 3-10 buah hingga penderita mengalami kesulitan menelan. Flu singapura disebabkan oleh virus dan pada jenis tertentu, gejala yang ditimbulkan bisa lebih parah, seperti sesak napas hingga kejang.
Semoga bermanfaat

Bahaya Kebanyakan Gula Bagi Anak Balita

Bahaya Kebanyakan Gula Bagi Anak Balita

Tahukah Ma, gula yang terlalu banyak dapat memicu gigi berlubang, masalah perilaku, kegemukan, dan diabetes. Yuk simak artikel berikut ini supaya Anda tahu lebih lagi.
Ma, karena anak-anak berbeda dalam bentuk tubuh, tingkat aktivitas, serta sifat, tidak ada takaran jumlah gula yang paling pas dalam dietnya. Pada saat yang bersamaan, bagaimana gula memainkan peran dalam berbagai masalah kesehatan bisa membantu Anda menentukan asupan yang seimbang untuk anak:
Gigi berlubang Gula sendiri tidak mengakibatkannya, tetapi memang betul gula memicu pertumbuhan bakteri penyebabnya. Jadi, sementara minum air berfluor serta teratur menggosok gigi membantu mencegah berlubangnya gigi, asupan gula yang bertubi-tubi ke dalam mulut justru meningkatkan peluang tersebut. Itulah sebabnya dokter gigi menentang kebiasaan menidurkan bayi dengan sebotol susu (itu mengandung gula susu) atau jus buah, atau membiarkan anak menyesapnya sepanjang hari.
Masalah perilaku Seabrek studi memastikan, gula tidak menyebabkan hiperaktif. Bahkan ternyata, beberapa tetes air gula (setengah sendok teh dalam 25 ml air) bisa menenangkan bayi yang rewel. Ketika gula masuk ke aliran darah dan mencapai otak, untuk sementara waktu meningkatkan kerja saraf penenang, seperti serotonin.
Ini tidak menyatakan bahwa Anda hanya berimajinasi tentang kekacauan paska kue ulang tahun. Masalahnya adalah, apa yang terjadi ketika kadar gula darah naik terlalu tinggi. Tubuh bereaksi dengan cara memproduksi sejumlah besar insulin, hormon yang menggiring gula keluar dari darah dan masuk ke sel-sel tubuh. Kadar gula darah bisa drop begitu cepatnya, sehingga anak agak gemetar atau lamban. Tidak mengherankan, kadar gula darah yang rendah bisa memicu keinginan untuk makan yang manis-manis, dimana akan menciptakan lingkaran setan antara gula yang tinggi dan rendah.
Jika anak Anda cenderung punya masalah setelah makan gula, Anda bisa mencegahnya dengan cara mengurangi jumlahnya pada satu waktu—mengatur besar porsi, mengencerkan jus buah, memilih camilan yang rendah gula—serta memastikan ia makan sesuatu yang menyehatkan bersama makan yang manis-manis itu. Protein (keju, kedelai, buncis, daging, kacang-kacangan) dan serat (buah-buahan, sayuran, whole-grain) membantu memperlambat naik turunnya kadar gula darah.
Kegemukan. Gula sendiri tidak membuat anak kelebihan berat badan. Anak-anak juga menambah beberapa kilogram ketika lebih banyak kalori yang masuk ketimbang yang dibakar (dikeluarkan). Sayangnya, minuman dan camilan bergula umumnya mensuplai kalori di atas dan di luar apa yang anak butuhkan untuk memuaskan rasa laparnya.
Kalori dalam gula juga cenderung ‘merosot’ terlalu cepat dan mudah. Sekaleng 300 ml soda mengandung sepuluh sendok teh gula (160 kalori), dan banyak jus buah yang diberi bahan pemanis yang kandungan gulanya sama atau bahkan lebih. Minum secara teratur, walau hanya satu minuman bergula (soda, fruit punch, atau es teh manis) setiap hari menaikkan risiko kegemukan. Ini satu alasan mengapa AAP (American Academy of Pediatrics) mengeluarkan kebijakan yang mendesak sekolah-sekolah untuk berhenti menjual minuman yang ditambahkan bahan pemanis di kantin dan mesin otomatis.
Jus buah, yang mengentalkan sejumlah gula buah, bisa saja berlebihan, kata dokter anak Barbara Frankowski, M.D. AAP menyarankan pembatasan usia-per-usia:
• Tidak boleh diberikan pada bayi di bawah enam bulan.
• Tidak lebih dari 175 ml per hari untuk bayi enam bulan sampai setahun.
• Tidak lebih dari 175 ml sehari untuk anak satu sampai enam tahun.
• Tidak lebih dari 300 ml seharinya untuk anak di atas enam tahun.
Diabetes Gula sendiri tidak perlu disalahkan. Tetapi, asupan gula yang tinggi bisa meningkatkan risiko anak menderita diabetes Tipe 2 atau kondisi pradiabetes yang dikenal sebagai sindroma insulin resistance. Keduanya bisa terjadi ketika tubuh kurang peka terhadap insulin, serta berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan yang serius di kemudian hari, termasuk penyakit jantung dan bahkan kemandulan.
Menurut pakar endokrinologi, asupan gula yang tinggi bisa secara tidak langsung menaikkan risiko diabetes dan sindroma insulin resistance, yakni mengarah pada kegemukan (faktor risiko yang besar), dan secara langsung membuat pankreas, organ yang memproduksi insulin, bekerja melebihi batas.(sumber : parenting.co.id)

Kebanyakan Nonton TV Anak Bisa Hipertensi

Kebanyakan Nonton TV Anak Bisa Hipertensi

Kalau Anda sangat sayang dengan buah hati, batasi kegiatan menonton televisi mereka tak lebih dari dua jam sehari. Karena pembatasan ini akan membantu melindungi mereka dari hipertensi yang menjadi faktor risiko penyakit kardivaskuler di kemudian hari.
Penelitian terbaru menunjukkan anak-anak berusia 2-10 tahun yang menghabiskan banyak waktu di depan televisi maupun layar komputer, 30 persen lebih sering mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi dibandingkan yang tidak. Kurangnya aktivitas fisik bahkan kian meningkatkan risikonya hingga 50 persen.
Hasil studi tersebut diperoleh dari 5.221 anak berasal dari 8 negara Eropa yang diikuti selama dua tahun. Pimpinan studi Dr. Augusto Cesar de Moraes, dari University of Sao Paulo, Brasil mengatakan studi ini menunjukkan kasus hipertensi baru dan hubungan antara aktivitas fisik serta perilaku sedentari dengan risiko hipertensi pada anak-anak Eropa.
Hipertensi disebutkan para ahli menjadi faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler di kemudian hari. Juga meningkatkan risiko penyakit jantung iskemik.
Risiko itu bisa terjadi mengingat lebih banyak waktu yang dihabiskan anak-anak menonton televisi atau bermain games, semakin sedikit waktu mereka untuk beraktivitas secara fisik.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Cardiology, ini kian menguatkan rekomendasi dari para ahli mengenai pembatasan menonton tak lebih dari dua jam sehari bagi anak-anak. Sebelumnya, waktu menonton yang lebih dari dua jam sehari dihubungkan dengan kegemukan, tidur yang tidak teratur hingga masalah terhadap performa akademik. (sumber : kompas.com)

Beberapa Jenis Makanan yang Sbeaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi Kurang dari 6 Bulan

Beberapa Jenis Makanan yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi Kurang dari 6 Bulan

Seperti dilansir dari boldskycom berikut ini beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak diberikan untuk anak yang masih bayi kurang dari 6 bulan.
1. Putih Telur
Telur walaupun menyehatkan yaitu kaya akan nutrisi dan mineral serta proteinnya baik untuk perkembangan bayi ternyata untuk putih telurnya dilarang untuk diberikan kepada balita, karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan bahkan eksim.
2. Selai Kacang
Selai kacang memang rasanya lezat tapi perlu diperhatikan jangan memberikan makanan ini pada bayi karena makanan ini lengket sehingga dapat mengakibakan bayi mudah tersedak.
3. Buah Anggur
Buah-buahan yang harus dihindari oleh bayi adalah anggur. Karena anggur ini rasanya yang asam dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan bisa menyebabkan diare.
4. Madu
Madu memang sangat baik untuk mengontrol kadar gla darah di dalam tubuh. Tapi hal ini tidak dianjurkan untuk bayi karena tekturnya yang lengket dapat membuat bayi menjadi tersedak. Berikan madu jika anak sudah berusia 1 tahun.
5. Keju
Didalam keju terdapat bakteri yang belum bisa dicerna oleh bayi dengan baik, sehingga hal ini bisa menganggu kesehatan bayi Anda.
6. Gandum
Didalam gandum terdapat gluten yang sulit dicerna oleh bayi bahkan anak kecil. Untuk itu sebaiknya Anda tidak memberikan gandum pada bayi Anda.
7. Kerang
Makanan laut ini mengandung merkuri dalam jumlah yang tinggi. Selain itu bagi bayi yang memiliki alergi maka jika mengonsumsi kerang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Untuk itu sebaiknya Anda menghindari kerang untuk tidak diberikan pada bayi Anda/
8. Stroberi
Makanan yang terlalu asam tidak bisa dicerna bayi dengan baik. Walaupun Stroberi kaya akan vitamin C tapi karena terlalu asam maka tidak diperbolehkan bagi bayi.
9. Cokelat
Cokelat merupakan makanan favorite anak-anak, tapi sebaiknya Anda tidak memberikannya pada bayi Anda. Karena Cokelat memiliki kandungan kafein yang tidak baik jika dikonsumsi oleh bayi.
10.Kacang
Bayi belum memiliki gigi yang memadai untuk mengunyah. Makanya jangan memberikan kacang agar si bayi tidak tersedak oleh makanan ini.
Sebenarnya sebagian dari makanan diatas sangat baik bagi kesehatan bayi, tapi karena bisa menimbulkan bahaya bagi bayi seperti tersedak maka Anda dianjurkan untuk tidak memberikan makanan tersebut pada bayi Anda.

Tips Agar Anak Suka Makan Sayura dan Buah

Tips Agar Anak Suka Makan Sayuran dan Buah

Bagi anak-anak, tidak jarang sayur dan buah adalah makanan yang dibenci dan sangat tidak disukai. Padahal, dalam sayur dan buah sendiri mengandung berbagai vitamin maupun gizi yang mampu menutrisi tumbuh kembang anak.
Pada umumnya anak lebih menyukai makanan yang manis ataupun gurih. Sedangkan makanan manis dan gurih terkadang memiliki kandungan yang tidak baik bagi kesehatan anak. Lalu bagaimana agar anak suka sayur dan buah? Dilansir dari nourishedkitchen.com, inilah tips agar si kecil menyukai makan buah dan sayur.
Beri Contoh
Agar anak mau makan sayur, sebagai orang tua Anda juga harus suka dengan sayuran. Berikan contoh dan terapkan kebiasaan menyukai sayuran kepada buah hati Anda. Sempatkan diri Anda untuk makan sayuran bersamanya. Ciptakan aktivitas makan sayur yang menyenangkan agar buah hati Anda tertarik ikut makan sayur dan buah juga.
Jangan Hukum Anak
Jangan memaksa buah hati untuk makan sayur dan buah pilihan Anda jika ia tidak suka. Hindari pula menghukum anak yang tidak mau makan sayur serta buah. Hukuman justru bisa membuatnya semakin membenci sayur dan buah. Berikan sayur dan buah secara bertahap dengan sabar sampai si kecil menyukai sayur dan buah.
Camilan Buah Dan Sayur
Biasakan membiasakan anak makan camilan buah dan sayur. Letakkan buah ataupun sayur yang siap dimakan di meja belajarnya, di ruang TV ataupun tempat favoritnya saat bersantai. Siapkan buah dan sayur yang ia suka. Mengganti snack dengan buah dan sayur bisa melatih buah hati menyukai makan buah dan sayur.
Kreasikan Olahan Sayur
Dalam mengolah sayuran, Anda harus kreatif dalam menciptakan rasa sayur yang enak, lezat dan tidak kalah nikmat dari daging ataupun makanan berprotein lainnya. Jika Anda memasak sayuran untuk buah hati Anda, usahakan mengganti menu sayuran setiap hari agar anak tidak bosan dengan menu yang sama.
Pilih Sayur Dan Buah
Ajak anak berbelanja dan memilih sendiri sayur ataupun buah yang ia suka. Hal ini bisa membantunya mengenal sayur dan buah lebih dekat serta menyukainya.
Itulah beberapa tips agar anak menyukai sayur dan buah. Bagaimana Bunda, cukup mudah bukan? Usahakan selalu memenuhi nutrisi anak agar tumbuh kembangnya maksimal. (sumber : vemale.com)

Tips Merawat dan Menjaga Kebersihan Gigi Si Kecil

Tips Merawat dan Menjaga Kebersihan Gigi Si Kecil

Merawat dan menjaga kebersihan gigi anak sebaiknya dimulai sebelum gigi tersebut muncul. Meskipun gigi belum kelihatan, bukan berarti di daerah itu tidak ada gigi. Faktanya, gigi mulai terbentuk sejak trimester kedua kehamilan. Saat bayi lahir, dia sudah punya 20 gigi dasar. Beberapa di antara gigi tersebut sudah berkembang di rahang mereka.

Oleh karena itu, perawatan gigi anak sebaiknya dimulai sejak dini. Gunakan kain kasa yang sudah dibasahi air untuk membersikan gigi bayi. Saat gigi anak mulai muncul, Anda bisa mulai menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus. Sikatlah gigi bayi dua kali sehari. Jangan lupa untuk membersihkan lidahnya juga untuk mengusir bakteri yang bisa menyebabkan bau mulut.
Kapan Si Kecil Bisa Menggosok Giginya Sendiri?
Seperti dikutip dari babycenter, saat anak sudah terlihat siap dan mau, Anda bisa membiarkan anak menggosok giginya sendiri. Meskipun anak tentunya belum bisa menggosok gigi dengan benar sampai usia sekolah, Anda tetap harus menghargai usahanya.
Usahakan saat anak menggoosok gigi, Anda juga melakukan kegiatan serupa. Berikan contoh bagaimana menggosok gigi yang benar. Katakan pada anak untuk tidak melewati semua bagian gigi untuk menciptakan gigi yang bersih.
Bagaimana Jika Anak Tidak Mau Gosok Gigi?
Kalau si kecil menolak setiap kali diajak atau waktu gosok gigi, usaha yang bisa Anda lakukan salah satunya adalah dengan membelikan anak sikat gigi dengan gambar atau pegangan tokoh kartun favoritnya. Anda juga bisa membelikan anak beberapa sikat gigi dengan warna berbeda agar anak seperti merasa punya pilihan setiap kali dia akan gosok gigi.
Solusi lainnya, ajak anak ke supermarket untuk memilih sikat gigi sesuai keinginannya. Minta juga si kecil memilih pasta gigi yang dia mau. Biasanya ada berbagai macam rasa pasta gigi mulai dari rasa buah-buahan sampai permen karet.
Kapan Si Kecil Butuh Pasta Gigi yang Mengandung Fluoride?
Flouride tentu dibutuhkan untuk gigi yang sedang berkembang. Mineral ini bisa mencegah kerusakan gigi dengan memperkuat enamel gigi. Flouride juga membuat gigi lebih tahan terhadap bahaya bakteri.
Kandungan flouride yang aman untuk anak di bawah tiga tahun adalah 25 mg per hari. Biasanya yang disarankan untuk anak adalah menggunakan pasta gigi sebesar biji jagung. Asosiasi Dokter Gigi Anak di Amerika menyarankan tunggu sampai usia anak 2 tahun untuk menggunakan pasta gigi dengan flouride.
Jangan sampai si kecil terlalu banyak menelan flouride karena bisa berbahaya juga untuknya. Anak yang terlalu banyak menelan flouride bisa mengalami kondisi yang biasa disebut fluorosis. Ketika mengalami hal tersebut akan ada noda putih di gigi yang muncul saat anak dewasa.
Kapan Anak Mulai Diajak Periksa Gigi ke Dokter?
Asosiasi Dokter Anak di Amerika (AAP) dan sebagian besar dokter gigi mengatakan, waktu terbaik untuk mengajak anak mulai ke dokter gigi adalah saat sudah berusia satu tahun. Hal ini karena biasanya gigi mulai muncul pada si kecil antara usia 6-12 bulan.
Kunjungan sejak dini ini bisa jadi cara terbaik untuk merawat dan menjaga kebersihan gigi si kecil. Apalagi pada beberapa anak, masalah gigi bisa muncul sejak anak masih kecil. Salah satu masalah gigi tersebut adalah karies gigi atau gigi berlubang. Masalah itu umumnya terjadi pada anak yang tidur sambil minum susu dari botol. Anak-anak yang terlalu banyak diberi cairan manis juga bisa mengalami karies gigi.

Bayi Lebih Sehat Jika Tidur Tanpa Bantal

Bayi Lebih Sehat Jika Tidur Tanpa Bantal

Mungkin hampir semua orang tahu bahwa tujuan tidur menggunakan bantal adalah agar tidur lebih nyaman. Setiap Mama juga pasti ingin bayinya dapat tidur dengan nyaman dan melengkapi tempat tidur bayinya dengan bantal dan guling yang empuk. Tapi, pernahkah terpikir oleh Mama, bahwa tidur tanpa bantal akan lebih sehat bagi bayi?
Berbagai macam bantal lucu dibuat khusus untuk bayi. Mulai dari bantal yang dibuat cekungan di tengahnya, agar kepala bayi bisa tersangga dengan tepat, sampai bantal khusus untuk menyusui, yang berbentuk mungil dan dipasang di pergelangan tangan Mama. Bahkan, seringkali lebih dari satu bantal yang disediakan di tempat tidur anak. Selain untuk penyangga kepala, juga ditujukan untuk menjadi ‘pagar’ agar anak tidak terjatuh di saat tidur.
Hal ini mungkin terlihat sepele. Tapi, Mama perlu tau bahwa, penggunaan bantal dan bedding dengan bahan yang terlalu lunak dan empuk serta ukuran yang terlalu besar, berisiko menyebabkan sufokasi (mati lemas), terutama pada bayi kecil atau anak yang belum dapat menggerakkan kepada dan anggota tubuh dengan baik.
Saat tidur dengan posisi telentang, kepala dan punggung bagian atas sebaiknya berada pada level yang sama. Oleh sebab itu, tidur tanpa bantal dapat dikatakan membuat tubuh berada pada posisi alami sehingga bayi akan lebih sehat. Beberapa literatur menyarankan menunda penggunaan bantal sampai bayi berusia sekitar 18 bulan. Menurut penelitian oleh National Sleep Foundation, 64 persen orang yang mengalami gangguan tidur, seperti nyeri pungung dan leher disebabkan oleh penggunaan bantal yang tidak sesuai.

7 Cara agar Anak Segera Bisa Berjalan

7 Cara agar Anak Segera Bisa Berjalan

Bagaimana cara agar anak cepat berjalan? Tentu ada caranya. Hanya, setiap anak memiliki perkembangan berbeda-beda.
Secara umum, anak usia 1 tahun seharusnya sudah mampu berjalan beberapa langkah tanpa bantuan. Pada usia 12-18 bulan, kemampuan yang harus dikuasainya adalah berdiri tanpa bantuan, berjalan dengan merambat ke perabotan di rumah, berjalan 2 atau 3 langkah tanpa bantuan, berjalan 10-20 menit tanpa bantuan.
7 cara agar anak cepat berjalan:
1. Agar anak cepat berjalan, izinkan anak untuk bereksplorasi ke segala penjuru rumah. Saat anak mulai merangkak dan merambat, kurangi penggunaan kata "jangan" agar tak menghalangi geraknya.
2. Usahakan melepas anak dari gendongan sesering mungkin sehingga otot kakinya lebih lincah bergerak. Dengan begitu, harapan anak cepat berjalan dapat terwujud.
3. Ajak anak bermain untuk menstimulasi motoriknya, yakni bermain mengambil bola yang dilempar, mendengarkan lagu sambil melompat-lompat, dan sebagainya. Kemampuan motorik yang baik akan membantu anak cepat berjalan.
4. Ajak anak berjalan-jalan sore atau pagi. Bila kemampuan berjalan masih sangat kurang, orangtua bisa melakukannya sambil menatih anak, terus lakukan sampai anak bisa berjalan dengan baik.
5. Sediakan sarana agar anak cepat berjalan, misalnya tongkat berputar yang bertumpu pada satu poros. Dengan berpegangan pada bilah yang melintang, anak secara tak langsung berlatih berjalan saat mendorong bambu tersebut. Bisa juga dengan menyediakan gagang pegangan untuk berjalan seperti yang ada di pusat-pusat terapi. Intinya, ada satu benda kokoh yang digunakan untuk berpegangan saat keseimbangannya masih labil.
6. Singkirkan benda pecah belah atau pajangan kaca dari atas meja atau yang berada dalam jangkauan anak. Tujuannya agar proses belajar berjalan berlangsung aman.
7. Jangan memasang taplak yang menjuntai ke lantai karena bisa membuatnya tersandung, apalagi ketika ia belum mantap untuk berjalan. (sumber : kompas.com)

Pertolongan Pertama Saat Anak Tersedak

Pertolongan Pertama Saat Anak Tersedak

Pertolongan Anda bisa menyelamatkan nyawa sesama. Namun sebelumnya, bekali dengan pengetahuan agar tepat memberikan pertolongan pertama.
Misalnya, saat ada anggota keluarga atau orang lain di dekat Anda yang tersedak. Sepertinya sepele, namun jika tersedak tidak ditangani dengan baik, maka kondisi itu bisa berbahaya hingga menimbulkan kematian. Tersedak biasanya disebabkan oleh benda asing yang masuk ke tenggorokan. Antara lain, karena makan terburu-buru. Kondisi itu menghambat jalan napas.
Ketika tersedak, orang akan mengalami beberapa hal ini: Sulit berbicara, sulit bernapas, tiba-tiba terlihat mencekik lehernya sendiri, napas berbunyi seperti orang mendengkur dan kumur.
Nah, ini yang harus Anda lakukan ketika melihat ada orang yang mengalami ciri-ciri tersebut. Sesaat setelah tersedak, baringkan penderita dalam posisi miring untuk membuka jalan napasnya. Kemudian, untuk menolong penderita dewasa dan anak-anak, Anda harus berdiri di belakang mereka.
Lingkarkan tangan Anda pada pinggang penderita. Tepatnya di atas perut, pada pertengahan di antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan. Usahakan kedua tangan Anda saling menggenggam. Minta agar penderita rileks.
“Kemudian penolong menghentakkan tangannya ke arah atas sambil menarik tubuh penderita ke belakang, “ kata dr. Pratiwi R.A. Natsir dari Klinik Medikaloka, Jakarta. Sambil melakukan hentakan, minta penderita memuntahkan benda yang mengganjal di tenggorokannya. “Cara itu dinamakan heimlich maneuver, tujuannya untuk menekan benda asing itu keluar,” tutur dr. Pratiwi.
Jika penderita adalah bayi, berikan pertolongan dengan membaringkan badannya di lengan atau paha Anda dengan posisi wajahnya menghadap ke bawah dan kepala lebih rendah dari tubuh. Topang bagian kepala, di rahang dan tulang pipi dengan jari. Lalu tepuk pelan punggung bayi dengan tangan sebanyak kurang lebih lima kali.
Jika belum teratasi juga, balikkan badan bayi dengan posisi kepala tetap lebih rendah. Tepuk pelan menggunakan jari tengah dan jari manis pada pertengahan garis tulang dada tepat di bawah garis khayal penghubung puting kiri dan kanan. Lakukan berulang-ulang. Hubungi layanan medis terdekat jika cara tersebut tidak berhasil. (Wiko Rahardjo / Readerdigest)

10 Bahaya Dibalik Manisnya Gula

10 Bahaya Dibalik Manisnya Gula

Meski sudah mengetahui gula tidak baik untuk kesehatan, kebanyakan 
orang tidak mengangggap gula berbahaya. Paling tidak, gula dianggap tidak seburuk lemak jenuh, garam, atau kalori. Mungkin ini yang menyebabkan sulitnya mengurangi konsumsi gula.
Padahal, faktanya kebanyakan orang di seluruh dunia mengonsumi 500 kalori ekstra hanya dari gula yang mereka makan. Di balik manisnya gula, ternyata terkandung bahaya yang tidak boleh dianggap remeh.
Berikut 10 dampak buruk dari gula yang bisa jadi alasan Anda perlu segera mengurangi konsumsi gula.
1. Gula merusak jantung
Meski sudah lama diketahui sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung, studi dalam Journal of American Heart Association tahun 2013 akhirnya menemukan bukti kuat tentang mekanisme bagaimana gula merusak jantung. Studi menyatakan, molekul pada gula yang disebut glukosa 6-fosfat menyebabkan perubahan otot jantung yang berujung pada gagal jantung.
2. Gula membentuk lemak perut
Prevalensi obesitas meningkat beberapa tahun terakhir, baik pada dewasa maupun anak-anak. Salah satu penyebabnya yaitu tingginya konsumsi minuman manis. Sebuah studi menemukan, konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) berlebih menyebabkan bertambahnya lemak perut yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
3. Gula membunuh diam-diam
Sebuah studi tahun 2008 mengungkap, konsumsi fruktosa berlebihan berhubungan dengan peningkatan risiko kondisi resistensi leptin. Leptin merupakan hormon yang memberi tahu otak jika perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa terpuaskan meski tubuh sebenarnya sudah kenyang. Akibatnya, kita tidak bisa menghentikan keinginan untuk makan. Dalam jangka panjang hal ini tentu menyebabkan obesitas. Hal tersebut terjadi perlahan, sehingga orang sering kali tidak sadar sudah mengalaminya.
4. Gula memberi makan sel kanker
Setiap manusia berisiko kanker karena memiliki sel kanker di dalam tubuhnya. Meskipun begitu, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mematikan sel kanker sehingga sel tersebut tidak lantas berkembang menjadi kanker yang mematikan. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan akan merusak mekanisme tersebut. Ditambah lagi, studi baru-baru ini mengungkap, gula merupakan nutrisi yang baik bagi sel kanker untuk berkembang.
5. "Ketagihan" gula bisa diturunkan
Gula juga bersifat aditif sehingga mungkin ada istilah untuk ketagihan gula. Sayangnya, ketagihan gula ini bisa bersifat genetik yang dapat diturunkan, karena melibatkan perubahan pada hormon ghrelin. Ghrelin merupakan hormon yang mengatakan pada otak saat tubuh lapar. Namun, perubahan pada hormon ini akan mengakibatkan tubuh lapar dan ingin makan terus menerus.
6. Gula dan alkohol memiliki efek racun yang hampir sama
Sebuah studi dalam jurnal Nature mengindikasikan gula bisa jadi sama bahayanya dengan alkohol. Studi tersebut menunjukkan, konsumsi fruktosa dan glukosa berlebihan memberikan efek racun pada hati. Efek ini ternyata juga hampir sama dengan yang diberikan oleh alkohol.
7. Gula menurunkan kemampuan otak
Gula diketahui dapat mempercepat proses penuaan sel, begitu pula sel-sel otak. Maka dengan mengonsumsi banyak gula, sel-sel otak cenderung akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat.
8. Gula sering bersembunyi pada makanan "tanpa gula"
Mengurangi gula bukan hanya dengan mengurangi makanan-makanan manis seperti permen, kue, biskuit, dan sebagainya, karena sebenarnya ada juga makanan yang dianggap tanpa gula tetapi ternyata mengandung banyak gula. Contohnya saus tomat, roti, kraker, dan lain-lain.
9. Minuman manis mungkin memperpendek umur
Sebuah studi tahun 2013 memperkirakan ada 180.000 kematian di seluruh dunia yang diakibatkan konsumsi minuman manis. Para peneliti menyimpulkan, kematian mungkin dikarenakan hubungan minuman manis dengan risiko seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.
10. Gula membuat gemuk
Fakta ini paling jelas terlihat dari konsumsi gula berlebih. Konsumsi gula berlebih akan menyumbang asupan kalori yang seharusnya didapat dari makanan lain yang mengandung banyak zat gizi sehingga tanpa disadari kalori yang diasup melebihi dari batas kalori per hari dan membuat bobot bertambah. (sumber : kompas.com)