Pages

Showing posts with label perkembangan. Show all posts
Showing posts with label perkembangan. Show all posts

Friday, 6 March 2015

Manfaat Memberi Makan Ikan Pada 1000 Hari Pertama Anak

Manfaat Memberi Makan Ikan Pada 1000 Hari Pertama Anak

Seribu hari pertama kehidupan (HPK) manusia merupakan awal yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia selanjutnya.
Di saat itu, pondasi kesehatan menjadi sangat penting terutama dalam pemenuhan gizi dan perkembangan otak.
Masa ini kerap disebut golden periode atau periode emas yang tidak akan dapat diputar kembali. Sehingga setiap orangtua perlu memberikan perhatian lebih saat anaknya berada pada periode tersebut.
Saut Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan dalam masa periode emas itu mengkonsumsi ikan menjadi sangat penting bagi anak.
Dalam rangka mempromosikan pemenuhan gizi asal ikan pada 1000 hari pertama kehidupan atau pada masa periode emas, Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) DKI menyelenggarakan safari peningkatan konsumsi ikan melalui menggelar masakan 50 jenis ikan dengan 400 macam jenis bumbu ala nusantara, di Museum Air Tawar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Ketersediaan ikan relatif mudah dijangkau oleh masyarakat dan setiap rumah tangga dapat membudidayakan ikan dalam lahan terbatas," kata Saut.
Periode Emas Bayi
Menurut Saut, ada beberapa alasan mengapa mengonsumsi ikan sangat penting pada masa periode emas anak. Diantaranya daging ikan kaya akan zat besi, calcium, protein dan asam lemak omega 3. Selain itu, khusus omega 3 pada ikan, melebihi 100 mg/100 gram daging ikan.
"Ini jauh di atas bahan pangan lain seperti daging sapi, ayam atau daging babi," kata Saut.
Alasan lainnya, protein pada ikan sangat mudah diserap tubuh sehingga mampu membantu pertumbuhan anak lebih optimal. Daging ikan juga berserat tipis dan lunak sehingga setiap anak mudah untuk memakan dan mencernanya. Selain itu kandungan gizi ikan sangat kompleks dan esensial bagi manusia.
"Dari alasan itu terlihat, bahwa ikan merupakan bahan pangan sehat yang bergizi tinggi yang mampu mengisi kebutuhan gizi anak selama golden periode atau 1000 hari pertama kehidupan dan ibu pada periode persiapan kehamilan, masa kehamilan hingga memberikan ASI," papar Saut.
Dengan gelaran acara yang diberi penghargaan Muri ini, kata Saut, diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya para ibu tentang pentingnya memberikan ikan yang kaya akan protein dan omega 3 sehingga bermanfaat bagi anak sejak masa periode emas atau 1000 hari pertama kehidupan.
Ketua APJI DKI Jakarta, Sulasmiati Supardan, mengatakan pihaknya mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan konsumsi ikan Indonesia.

10 HAL PALING CEPAT DITIRU ANAK

10 HAL PALING CEPAT DITIRU ANAK

Orangtua merupakan ‘sekolah’ pertama bagi anak. Faktor genetik, ditambah dengan kebiasaan sehari-hari yang mereka lihat dari kita sebagai orang terdekatnya, semakin menegaskan betapa anak adalah ‘cetakan’ Anda dalam bentuk mini.
Hal-hal apa saja yang paling cepat ditiru anak dari Anda?
• Bicara kasar
• Sikap peduli dan kasih sayang
• Kebiasaan berbagi
• Pola makan
• Percaya diri
• Self esteem (penghargaan terhadap diri sendiri)
• Menghargai orang lain
• Toleransi
• Suka membaca
• Minat seni

dikutipdari Dokter Anak.com

10 Hadiah Ulang Tahun yang Tepat untuk Balita

10 Hadiah Ulang Tahun yang Tepat untuk Balita

Bingung mencari hadiah untuk balita saat mereka ulang tahun? Anda bisa belikan salah satu dari kesepuluh barang ini. Umumnya, anak di bawah umur lima tahun cukup aktif dan agresif. Oleh sebab itu, berikan dia barang yang bisa membantu melatih skill mereka agar semakin berkembang. Seperti yang dilansir dari Baby Center, berikut sepuluh hadiah untuk si kecil:
1. Sepeda Roda Tiga
Anak-anak sangat senang bila dibelikan sepeda roda tiga karena dia merasa bisa pergi dengan bebas seperti angin. Balita Anda juga belajar mengayuh sambil bermain. Pilihlah model yang mempunyai keseimbangan stabil sehingga tidak membahayakan mereka. Sebagai tambahan, beli sepeda yang memiliki wadah di bawah kursinya untuk menyimpan sesuatu. Alangkah baiknya jika sepeda si kecil mempunyai dorongan di belakangnya supaya orang tua dapat membantu anak mendorong sepeda mereka ketika dia merasa lelah.
2. Mobil Mainan
Mobil mainan bisa menjadi hadiah yang menarik untuk anak Anda. Ketika dia lelah berjalan-jalan di taman, dudukkan buah hati Anda di atas mobil mainan itu supaya lebih santai sambil menikmati perjalanan pulang ke rumah. Pada saat di rumah pun, dia akan senang bermain dengan mobil-mobilannya itu sendiri.
3. Alat Kesenian
Balita suka mencoret-coret di mana saja ketika masih umur 2 hingga 5 tahun. Untuk melatih keterampilan mereka, coba belikan alat kesenian. Beri dia alat yang dibutuhkan, seperti spidol, krayon, cat air, dan kertas. Jangan lupa memeriksa kandungan barang-barang itu untuk memastikan bahwa pewarna di dalamnya tidak berbahaya.
4. Mainan Masak-masakan
Kalau anak sering ingin ikut Anda memasak, kenapa tidak membelikan dia mainan masak-masakan, seperti buah plastik, sayuran plastik, pot, dan spatula. Anak Anda pasti senang memainkannya. Biarkan mereka meniru apa yang orang dewasa lakukan di dapur yang akan mengembangkan psikologis anak.
5. Mainan Pasir
Anda bisa membelikan mereka sandbox atau mainan pasir untuk membuat anak merasa senang. Tambahkan peralatannya dengan sekop dan ember. Setelah lengkap, dia pun akan berkreasi membangun benteng atau hanya membuat tumpukan pasir, sesuai kreativitas dan imajinasinya. Pertimbangkan warna terang untuk mainan mereka.
6. Buku
Buku merupakan hadiah yang pas untuk segala umur. Namun, Anda harus mencari buku yang memang dikhususkan buat anak balita. Umumnya, buku tersebut berisikan banyak gambar dan sedikit tulisan dengan font yang cukup besar. Carilah buku yang memiliki cerita serta gambar menarik.
7. Mainan di Kamar Mandi
Banyak balita yang sulit diajak mandi kalau belum dimarahi. Akan tetapi, Anda bisa menyediakan mainan di kamar mandi supaya dia lebih santai dan senang mandi. Belikan dia bebek karet, kuda nil, harimau, dan ikan plastik. Mainan tersebut bisa menemani anak Anda ketika mandi.
8. Balok Kayu
Balok kayu adalah salah satu mainan favorit balita. Dia bisa menjadikan balok itu menjadi sebuah menara, rumah, atau gedung. Pastikan Anda membeli balok yang ukurannya besar agar tidak bisa dimasukkan ke dalam mulut. Selain balok, lego berukuran besar juga bisa menjadi alternatif Anda saat memilih hadiah ulang tahun untuk si kecil.
9. Mainan yang Bisa Bunyi & Bergerak
Mungkin Anda masih ingat waktu kecil pernah punya mainan yang memiliki bunyi khas? Mainan tersebut bisa mengeluarkan suara memiliki minimal satu lonceng atau pluit, dan ada juga yang mengepakkan telinga, menggoyangkan ekor, atau suara dari kaki. Hadiah ini akan disenangi oleh anak dua tahun ke atas.
10. Puzzle
Anak akan gembira bila dibelikan puzzle karena permainan ini cukup menantang. Dia bisa belajar menyusun bentuk dan warna yang teracak menjadi satu kembali. Untuk balita, mulailah dengan puzzle sederhana. Beri dia puzzle bergambar hewan, kartun, atau peta suatu negara untuk meningkatkan kemampuan mereka. (sumber : wolipop.com)

Kebutuhan Minum Anak Berdasarkan Usia dan Berat Badan

Kebutuhan Minum Anak Berdasarkan Usia dan Berat Badan

Kebutuhan air pada anak-anak ternyata berbeda satu dengan lain. Sangat penting bagi orangtua untuk memperhatikan kebutuhan air per hari berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas anak.
Dokter Sudung O Pardede, Sp.A(K) menjelaskan bahwa sejak lahir anak terus mengalami pertumbuhan sampai dewasa, karena itu kebutuhan airnya juga lebih banyak dibanding orang dewasa.
Jika kebutuhan cairan normal orang dewasa sekitar 2-4 persen dari berat badan, pada anak kebutuhannya mencapai 10-15 persen dari berat badannya.
Banyaknya air yang dibutuhkan setiap hari juga bergantung makanan yang dikonsumsi, suhu dan kelembaban lingkungan, tingkat aktivitas, dan kondisi tubuh. Pastinya, jumlah air yang dikeluarkan tubuh harus seimbang dengan jumlah air yang dikeluarkan tubuh setiap harinya.
Berikut daftar kebutuhan air perhari berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas anak:
- Usia 1-3 tahun =1,1 liter/ hari = 4 gelas
- Usia 4-6 tahun = 1,4 liter/hari =6 gelas
- Usia 7-9 tahun = 1,6 liter/hari = 6 gelas
- Anak laki-laki (10-12 tahun) = 1,8 liter/hari = 7 gelas
- Anak perempuan (10- 12 tahun) = 1,9 liter/hari = 8 gelas
Menurut Sudung, takaran kebutuhan air ini bukan standar tetap dan disesuaikan dengan kondisi anak setiap harinya. Jika kondisi anak sakit atau aktivitasnya lebih banyak maka asupan air harus ditambah.
Selain itu, jika anak sedang demam dan keringatnya banyak maka harus ditambah lagi asupan airnya. "Untuk kenaikan 1 derajat celcius diatas 38 maka harus ditambah lagi 12% kebutuhan airnya dari batas normal,” kata Sudung.
Selain kebutuhan air perhari berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas anak, orangtua juga perlu memperhatikan kualitas air yang diminum. Air yang memenuhi syarat adalah air yang tidak berasa, tidak berbau dan jernih, serta tidak mengandung cemaran. Untuk bayi berusia 0-6 bulan, yang dibutuhkan hanyalah air susu ibu.
(sumber : tribunnews.com)

Anak Sebaiknya Tidur Dengan Lampu Mati

Anak Sebaiknya Tidur Dengan Lampu Mati

“LAMPUNYA biar aja nyala Pa, ntar kalau Fiktri bangun, langsung tahu...” cegah Rianti ketika suaminya hendak mematikan lampu kamar. Sejak putranya lahir 7 bulan lalu, Rianti memang sengaja tidak mematikan lampu kamar saat tidur malam bersama bayinya.
Selain Rianti, banyak orangtua lain melakukan hal serupa. Padahal ada penelitian menyebutkan bahwa jika bayi tidur malam menggunakan lampu yang terang dapat meningkatkan risiko terjadinya mata minus di masa depan. Wah, kok bisa?
Bisa memicu mata minus
“Hampir semua bayi lahir mengalami mata hipermetropi -rabun dekat- berkisar plus dua sampai tiga dioptri. Namun pada usia 0-2 tahun di mana merupakan masa perkembangan yang pesat pada bayi -termasuk mata- bola mata bayi akan berkembang dan menjadi lebih panjang, sehingga ukurannya akan perlahan-lahan mendekati normal dan hipermetropi akan hilang dengan sendirinya,” jelas dr Siti F.S. Ramadhani, Sp. M yang berpraktik di RS Puri Indah.
Namun, rangsangan cahaya secara terus menerus khususnya pada saat tidur malam di mana pertumbuhan sedang terjadi, bisa merangsang mata untuk tetap bekerja walaupun mata terpejam.
Sehingga bola mata akan memanjang melebihi normal dan akan menyebabkan miopi -mata minus atau rabun jauh- pada anak di masa depan.
Akan tetapi, miopi juga bisa dipengaruhi beberapa hal, antara lain:
1. Keturunan, beberapa penelitian lain juga menyebutkan jika orangtuanya mengalami miopi, keturunannya kemungkinan akan mengalami hal yang sama.
2. Gaya hidup, antara lain anak yang terlalu cepat membaca, kebiasaan membaca yang salah, bermain game, penggunaan komputer yang lama dan lain-lain.
3. Berusaha melihat sesuatu dengan lebih jelas, misalnya melihat benda-benda atau huruf yang berukuran kecil sehingga akan ‘memaksa’ mata untuk bekerja ekstra dan mengakibatkan bola mata memanjang.
Redup lebih aman!
“Sebaiknya matikan lampu atau gunakan lampu redup pada saat bayi tidur malam,” jelas Dokter berkerudung ini.
Pernyataan ini diamini oleh dr Runi Deasiyanti, Sp. A dari Klinik SamMarie. “Kalau lampunya terlalu terang, saat bayi terbangun bisa membuat ia benar-benar bangun. Sedangkan jika suasana kamar redup, saat terbangun bayi masih tetap bisa melihat keadaan sekitar dan tertidur kembali,” katanya.
Selain itu, pada malam hari tubuh memroduksi melatonin -hormon yang berfungsi untuk mengatur siklus tidur. Hanya saja hormon ini sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga tidak akan diproduksi jika saat tidur malam menggunakan lampu. Padahal jika produksi melatonin meningkat, kualitas tidur menjadi baik, imunitas meningkat dan ketegangan berkurang. Bayi pun tidak mudah rewel.
So, Moms, mengingat banyak manfaatnya, mulailah meredupkan kamar saat tidur malam mulai sekarang.
Tangkal gangguan mata sedini mungkin
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa tip yang dibagi oleh dr Siti F.S. Ramadhani, Sp. M, yakni:
- Hindari penggunaan lampu yang terang saat tidur malam.
- Usahakan untuk tidur malam lebih cepat agar mata bisa beristirahat.
- Konsumsi makanan yang cukup gizi, khususnya bayi yang sudah mendapat MPASI (Makanan Pendamping ASI). Variasikan makanannya dengan buah dan sayur yang beraneka warna. Pada bayi yang masih mendapat ASI eksklusif, asupan Moms yang perlu diperhatikan. Selain itu, program pemerintah dengan pemberian vitamin A juga dapat membantu mencegah berbagai penyakit, termasuk gangguan pada mata.
- Jika anak sudah cukup besar, perhatikan jarak membaca (30 cm dengan posisi duduk tegak) atau menonton TV (6x diagonal TV), besar kecilnya huruf dan pastikan penggunaan pencahayaan yang cukup.
- Cek kesehatan secara teratur, jangan menunggu sampai muncul keluhan.
Cek mata si kecil
Segera periksakan mata si kecil jika:
1. Riwayat persalinan kurang baik, seperti prematur atau berat badan lahir rendah. Kondisi ini rentan mengalami gangguan pada retina.
2. Penampakan mata berbeda, misalnya pada tengah mata terdapat bintik putih, warna tidak hitam atau mata seperti mata kucing.
3. Ukuran bola mata berbeda dengan bayi lain, seperti lebih kecil atau bahkan lebih besar.
4. Bayi mengalami mata juling.
5. Adanya hal yang tidak normal pada penampilan luar mata, seperti benjolan di kelopak mata.
6. Bayi tidak berespon terhadap rangsangan yang diberikan, misalnya Moms menggoyangkan tangan di depan si kecil namun tidak diresponnya.
7. Jika anak sudah agak besar, saat ia melihat sesuatu ia memicingkan mata atau kepala dimiringkan.
8. Anak memiliki kebiasaan menonton tv terlalu dekat, dan jika sudah dijauhkan lama-lama ia akan mendekat kembali.
Agar bayi tidur nyenyak di malam hari
• Kenalkan siang dan malam
Pada usia 2-3 minggu bayi mulai bisa diajarkan perbedaan waktu dengan memberikan suasana yang berbeda antara siang dan malam. Misalnya, biarkan bayi tidur dengan suasana yang lebih terang dan tidak terlalu sepi pada siang hari, sedangkan tidurkan bayi dengan suasana yang lebih gelap dan sepi pada malam hari.
Jika si kecil terbangun, cukup periksa apa yang menyebabkannya terbangun, misalnya popok yang basah, lapar, kedinginan, dan lain-lain, lalu berikan tepukan-tepukan ringan dan tidurkan kembali. Jangan ajak ia bermain!
• Bangun sleep habbit
Berikan rutinitas atau sinyal jika sudah waktunya tidur, misalnya membersihkan tubuh bayi, memijatnya, mengganti popok, memakaikan piyama, memberikan ASI atau susu, menyanyikannya lagu, dan sebagainya.
Maka akan terprogram di otak bayi bahwa sebentar lagi adalah waktunya untuk tidur. Hal ini dapat mulai dilakukan saat usia 6-12 minggu, dan umumnya terbentuk saat bayi berusia tiga bulan.
• Ciptakan lingkungan yang nyaman
Ciptakan lingkungan yang ‘pas’ agar bayi merasa nyaman dan akhirnya terlelap. Antara lain, suhu kamar yang nyaman, cahaya yang tidak terlalu terang dan suasana yang tenang. Tempat tidur, seprei dan selimut yang bersih tentunya perlu diperhatikan.
• Bikin bayi kenyang sebelum tidur
Sebaiknya Moms memberikan ASI atau susu formula sesuai usia hingga bayi ‘kenyang’ sebelum tidur sehingga bayi terpuaskan dan tidur dengan nyenyak. Namun, pada prinsipnya tetap on demand, sesuaikan dengan keinginan bayi, utamanya pada bayi-bayi baru lahir.
• Jangan terlalu lelah di siang hari
Anggapan yang menyatakan bahwa bayi yang beraktivitas di siang hari akan lebih mudah tidur malam dibandingkan yang tidur siang, adalah salah! Bayi membutuhkan delapan jam tidur malam dan dua episode tidur siang, sehingga jika tidak terpenuhi bayi justru akan rewel dan sulit tidur.
Hal ini disebabkan terjadinya pelepasan hormon kortisol atau hormon stres pada aktivitas yang tinggi yang akan bekerja melawan rasa lelah sehingga anak akan terjaga. (Sumber: Mom&Kiddie)

Kapan Anak Sebaiknya Diperkenalkan Gadget

Kapan Anak Sebaiknya Diperkenalkan Gadget

Berbicara soal waktu yang tepat dalam pemberian gadget pada anak memang tidak mudah mengingat motif orang tua berbeda-beda. Ada orang tua yang dengan dalih ingin anaknya “melek” teknologi sejak dini, segera membelikan gadget khusus buah hatinya. Lambat laun, pemberian gadget pada anak sepertinya malah menjadi tren dengan tujuan utama mengejar suatu prestise. Padahal, Yee-Jin Shin, psikiater dan praktisi pendidikan anak di Korea Selatan, menyebutkan bahwa pemberian gadget pada anak seharusnya dilakukan selambat mungkin mengingat banyaknya dampak buruk dari gadget yang bisa menyebabkan gangguan pada otak dan interaksi antara orang tua dan anak yang semakin menurun.
Dengan memberikan gadget selambat mungkin, anak akan lebih matang dan bijak dalam memperlakukan gadget serta orang tua dapat memberikan pengarahan yang lebih efektif pada anak sebab pola pikirnya sudah lebih dewasa. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

Orangtua Sebisa Mungkin Hidari Membohongi Anak

Orangtua Sebisa Mungkin Hidari Membohongi Anak

Saat kecil, anak-anak selalu mendengarkan apa yang kita katakan. Akan tetap semakin besar, kok anak makin susah dinasihati? makin enggan menurut, atau malah melawan. Apa anak-anak sudah tidak mempercayai kita lagi?
Jawabannnya mungkin IYA! Coba tengok ke belakang, apakah kita pernah melakukan kebohongan-kebohongan kecil?
Coba simak kisah ini. Mikaela berusia 1,5 tahun. Setiap ayahnya berangkat kerja, ia selalu menangis meraung-raung. suatu hari Mikaela tertidur ketika saatnya ayahnya berangkat kerja. Ternyata, Mikaela sama sekali tidak menangis. Sejak itu, Ayahnya selalu mengendap-endap saat pergi kerja sehingga Mikaela tidak menyadarinya. Atau untuk membujuk Mikaela, Ayah berkata bahwa Ayah hanya pergi sebentar saja, padahal ternyata pulangnya malam sekali.
Contoh lain adalah menggunakan ancaman yang bohong. Misalnya saat Dodi tidak mau makan, ibupun mengancam Dodi, "kalau nggak mau makan, nanti nggak boleh main perosotan". Padahal akhirnya boleh juga, lagipula, tidak ada hubungan antara makan dan main perosotan, kan?
Anda familiar dengan kebiasaan tersebut? bila iya, mungkin inilah awal ketidakpercayaan anak kepada orangtuanya. Anak tidak lagi percaya dengan apa yang kita katakan, bahkan anak kehilangan rasa amannya akan janji-janji yang kita ucapkan
Yang sebaiknya dilakukan
Jujur dan proporsional dalam berkomunikasi dengan anak. Ungkapkan dengan penuh kasih sayang. Saat pergi ke kantor, sampaikan apa yang sebenernya dengan kata-kata yang mudah ia pahami misalnya seperti
"Ella, Papa mau pergi ke kantor dulu ya, nanti sore habie Ella mandi, Papa akan pulang kita bisa main lagi sama sama"
Mungkin anak tetap menangis, tapi lama kelamaan dia belajar bahwa Papa memang akan tetap pergi, tapi sore nanti pasti datang. Ini menciptakan rasa aman dalam dirinya.

Jangan Bilang “Berhenti Menangis” Pada Anak Menangis

Jangan Bilang “Berhenti Menangis” Pada Anak Menangis

Untuk anda yang sudah pernah memiliki momongan, tentunya anda tidak asing dengan anak yang menangis bukan? Ada banyak hal yang bisa anda lakukan untuk menenangkan anak menangis lho, Moms. tapi jangan pernah mengatakan ‘berhenti menangis’ atau ‘jangan menangis’ karena larangan-larangan semacam itu tidak akan bisa digunakan untuk buah hati anda lho, Moms
Ketika buah hati anda menangis dan anda terus-terusan menyuruhnya berhenti, ini hanya akan membuat suasana semakin tegang. Hasilnya, si kecil akan terus rewel dan anda akan marah dengan si kecil akibat tidak bisa ditenangkan. Anda tidak ingin ini terjadi bukan?
Kuncinya untuk menenangkan anak yang menangis adalah jangan pernah memintanya untuk berhenti. Anak tidak akan berhenti hanya karena anda memintanya. Cara terbaik untuk menenangkan anak yang menangis adalah dengan mengalihkan perhatiannya. Menangis adalah cara yang digunakannya untuk menarik perhatian anda. yakinkan padanya bahwa itu bukan cara yang tepat untuk menarik perhatian anda, Moms.
Anak berhenti menangis ketika dia tahu bahwa anda tahu apa yang dia inginkan. Ini bisa mudah dan bisa sulit lho. Pancing dia keluar dari tangisannya. Misalnya, katakana bahwa anda tidak akan tahu apa yang dia minta apabila dia terus menangis. Menurut family.go.com, pastikan bahwa anda bisa membuatnya mengatakan pada anda apa yang dia inginkan dan dia akan berhenti menangis dengan sendirinya
Oleh : Mamor Adi P. / Vemale.com

9 Manfaat Bermain Bagi Anak Anak

9 Manfaat Bermain Bagi Anak Anak

Sudahkah Anda mengajak si kecil bermain hari ini? Sebagai orangtua, mungkin Anda berpikir si kecil tak boleh terlalu banyak main karena aktivitas itu belum tentu ada gunanya.
Jangan terjebak dengan anggapan di atas. Justru dengan metode bermain anak bisa belajar banyak hal.
Berikut ini 9 manfaat bermain bagi anak menurut buku 'Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita' yang ditulis oleh Psikolog Effiana Yuriastien dan kawan-kawan:
1. Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri
Ketika bermain, anak akan menentukan pilihan-pilihan. Mereka harus memilih apa yang akan dimainkan. Anak juga memilih di mana dan dengan siapa mereka bermain.
Semua pilihan itu akan membantu terbentuknya gambaran tentang diri mereka dan membuatnya merasa mampu mengendalikan diri. Permainan memotong kertas, mengatur letak atau mewarnai misalnya dapat dilakukan dalam beragam bentuk. Tidak ada batasan yang harus diikuti.
Identitas dan kepercayaan diri dapat berkembang tanpa rasa ketakutan akan kalah atau gagal. Pada saat anak menjadi semakin dewasa dan identitasnya telah terbentuk dengan lebih baik, mereka akan semakin mampu menghadapi tantangan permainan yang terstruktur, bertujuan dan lebih dibatasi oleh aturan-aturan.
2. Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri.
Permainan mendorong berkembangnya keterampilan, fisik, sosial dan intelektual. Misalnya perkembangan keterampilan sosial dapat terlihat dari cara anak mendekati dan bersama dengan orang lain, berkompromi serta bernegosiasi.
Apabila anak mengalami kegagalan saat melakukan suatu permainan, hal itu akan membantu mereka menghadapi kegagalan dalam arti sebenarnya dan mengelolanya pada saat mereka benar-benar harus bertanggungjawab.
3. Melatih mental anak
Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapatkan pengetahuan baru.
Orangtua akan dapat semakin mengenal anak dengan mengamati saat bermain. Bahkan, lewat permainan (terutama bermain pura-pura) orangtua juga dapat menemukan kesan-kesan dan harapan anak terhadap orangtua serta keluarganya.
4. Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres
Kreativitas anak akan berkembang melalui permainan. Ide-ide yang orisinil akan keluar dari pikiran mereka, walaupun kadang terasa abstrak untuk orangtua.
Bermain juga dapat membantu anak untuk lepas dari stres kehidupan sehari-hari. Stres pada anak biasanya disebabkan oleh rutinitas harian yang membosankan.
5. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran 'baik' dan 'jahat', hal ini membuat mereka kaya akan pengalaman emosi. Anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.
6. Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak
Melalui permainan, anak dapat belajar banyak gal. Di antaranya melatih kemampuan menyeimbangkan antara motorik halus dan kasar. Hal ini sangat memengaruhi perkembangan psikologisnya.
Permainan akan memberi kesempatan anak untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus memecahkan masalah. Anak-anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan yang terdapat dalam setiap permainan.
7. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak
Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain, seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, mungkin akan memperlohen pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara saat bermain.
8. Standar moral
Walaupun anak belajar di rumah dan sekolah tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok, tidak ada pemaksaan standar moral selain dalam kelompok bermain.
9. Mengembangkan otak kanan anak
Bermain memiliki aspek-aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya serta mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Dengan begitu, bermain memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah baik di sekolah maupun di rumah.
Catatan: Berikanlah pujian kepada anak dengan menggunakan kalimat yang positif dan mampu menjadi penyemangatnya dalam melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi. Contoh, saat anak diminta mengambil spidol warna merah, awali dengan kata 'tolong'. Jika anak berhasil mengambilnya, berikan pujian dan ucapkan terimakasih.
Demikian juga ketika ia tidak berhasil menemukannya, ucapkanlah kalimat positif yang tidak mematahkan semangatnya. Tetap ucapkan terimakasih atas hasil jerih payahnya. Misalnya saja, "Makasih ya adik sudah mencarikan spidolnya. Spidolnya ada di dekat buku gambar adik."(Eny Kartikawati - wolipop.com)

TELEVISI TERNYATA BISA KURANGI KEMAMPUAN BAHASA ANAK

TELEVISI TERNYATA BISA KURANGI KEMAMPUAN BAHASA ANAK

Saat bermain bersama batita pastikan Anda sudah mematikan televisi. Karena jika televisi menyala pada saat Anda bermain dengan balita, cenderung bisa menghambat perkembangan bahasanya. Hal tersebut telah dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan pada 11 Juni 2014 di Journal of Children and Media.
Untuk mengetahui efek televisi terhadap pekermbangan bahasa, peneliti mengamati interaksi antara 49 orang tua dengan batita mereka, yang berusia 12, 24 dan 36 bulan. Penelitian dilakukan saat mereka bermain bersama-sama selama satu jam. Selama setengah jam, televisi dinyalakan dengan konten untuk anak-anak dan orang dewasa. Dan setengah jam lagi televisi dimatikan.
Peneliti menemukan jumlah kata dan frase, termasuk jumlah kata-kata baru yang diucapkan oleh orang tua lebih rendah ketika televisi menyala daripada ketika televisi mati. Menurut peneliti, hal ini menunjukkan bahwa orang tua lebih memerhatikan televisi daripada anak-anak mereka. Peneliti menambahkan temuan ini sangat penting karena anak-anak di Amerika Serikat yang berusia kurang dari 2 tahun terekspos televisi rata-rata 5,5 jam setiap hari.
"Temuan kami, sejalan dengan penelitian sebelumnya tentang efek negatif dari televisi terhadap anak-anak dan interaksi orang tua-anak. Penelitian kami memberi bukti bahwa konten televisi untuk dewasa harus dihindari untuk bayi dan batita," kata penulis peneltiian Tiffany Pempek, asisten profesor psikologi di Hollins University, Roanoke, Virginia.
"Meskipun orang tua tidak bermain dengan anak-anak mereka sepanjang waktu, namun anak perlu mendapatkan manfaat dari keterlibatan aktif orang tua saat bermain. Idealnya, orang tua harus bermain bersama anak mereka tanpa gangguan televisi," ujar Pempek.
Menurut American Academy of Pediatrics anak-anak yang berusia kurang dari 24 bulan tidak boleh menonton televisi atau memiliki waktu menatap layar lainnya.
Semoga bermanfaat.

Beberapa Jenis Makanan yang Sbeaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi Kurang dari 6 Bulan

Beberapa Jenis Makanan yang Sebaiknya Tidak Diberikan Pada Bayi Kurang dari 6 Bulan

Seperti dilansir dari boldskycom berikut ini beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak diberikan untuk anak yang masih bayi kurang dari 6 bulan.
1. Putih Telur
Telur walaupun menyehatkan yaitu kaya akan nutrisi dan mineral serta proteinnya baik untuk perkembangan bayi ternyata untuk putih telurnya dilarang untuk diberikan kepada balita, karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan bahkan eksim.
2. Selai Kacang
Selai kacang memang rasanya lezat tapi perlu diperhatikan jangan memberikan makanan ini pada bayi karena makanan ini lengket sehingga dapat mengakibakan bayi mudah tersedak.
3. Buah Anggur
Buah-buahan yang harus dihindari oleh bayi adalah anggur. Karena anggur ini rasanya yang asam dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan bisa menyebabkan diare.
4. Madu
Madu memang sangat baik untuk mengontrol kadar gla darah di dalam tubuh. Tapi hal ini tidak dianjurkan untuk bayi karena tekturnya yang lengket dapat membuat bayi menjadi tersedak. Berikan madu jika anak sudah berusia 1 tahun.
5. Keju
Didalam keju terdapat bakteri yang belum bisa dicerna oleh bayi dengan baik, sehingga hal ini bisa menganggu kesehatan bayi Anda.
6. Gandum
Didalam gandum terdapat gluten yang sulit dicerna oleh bayi bahkan anak kecil. Untuk itu sebaiknya Anda tidak memberikan gandum pada bayi Anda.
7. Kerang
Makanan laut ini mengandung merkuri dalam jumlah yang tinggi. Selain itu bagi bayi yang memiliki alergi maka jika mengonsumsi kerang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Untuk itu sebaiknya Anda menghindari kerang untuk tidak diberikan pada bayi Anda/
8. Stroberi
Makanan yang terlalu asam tidak bisa dicerna bayi dengan baik. Walaupun Stroberi kaya akan vitamin C tapi karena terlalu asam maka tidak diperbolehkan bagi bayi.
9. Cokelat
Cokelat merupakan makanan favorite anak-anak, tapi sebaiknya Anda tidak memberikannya pada bayi Anda. Karena Cokelat memiliki kandungan kafein yang tidak baik jika dikonsumsi oleh bayi.
10.Kacang
Bayi belum memiliki gigi yang memadai untuk mengunyah. Makanya jangan memberikan kacang agar si bayi tidak tersedak oleh makanan ini.
Sebenarnya sebagian dari makanan diatas sangat baik bagi kesehatan bayi, tapi karena bisa menimbulkan bahaya bagi bayi seperti tersedak maka Anda dianjurkan untuk tidak memberikan makanan tersebut pada bayi Anda.

8 Alasan Kenapa Anak Tidak Boleh Dipukul

8 Alasan Kenapa Anak Tidak Boleh Dipukul

Di 29 negara, kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang dewasa adalah sebuah perbuatan melanggar hukum. Di 113 negara, sekolah juga dilarang memberikan hukuman dengan memukul.
Meskipun saat ini sudah jarang terjadi, tetap masih ada saja orangtua yang memukul jika anaknya membuat kesal. Padahal tindakan itu sebaiknya dihindari karena bisa berefek buruk pada anak.
Dikutip dari Natural Growth, Dr. Peter Newell, koordinator organisasi End of Punidshment of Children mengatakan, semua orang berhak mendapat perlindungan atas kebebasan fisik mereka, anak-anak termasuk orang yang berhak itu. Selama beberapa tahun terakhir ini pun, cukup banyak psikolog dan sosiolog yang merekomendasikan agar orangtua tidak memukul saat anak melakukan hal yang tidak baik atau mengesalkan.
Berikut ini 8 alasan kenapa Anda sebaiknya tidak memukul anak:
1. Memukul anak malah mengajarkan mereka untuk menjadi orang yang suka memukul. Cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang sering dipukul memiliki perilaku agresif dan menyimpang saat mereka remaja dan dewasa.
Anak-anak secara alami belajar bagaimana harus bersikap melalui pengamatan dan meniru orangtua mereka. Makanya jika Anda suka memukul, saat dewasa nanti, mereka pun akan menganggap apa yang Anda lakukan itu memang boleh dilakoni.
2. Anak-anak berperilaku tidak baik biasanya karena orangtuanya atau orang yang mengasuhnya melupakan kebutuhannya. Kebutuhan itu di antaranya, tidur yang cukup, makanan bernutrisi, udara segar dan kebebasan mengeksperikan diri untuk bereksplorasi.
Orangtua terkadang melupakan kebutuhan anak tersebut karena terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri. Ditambah lagi stres yang melanda membuat orangtua jadi cepat emosi saat anak mulai menunjukkan sikap tidak baiknya.
Sangat tidak adil jika akhirnya si anak dipukul hanya karena sikap tidak baiknya yang awalnya sebenarnya adalah kesalahan orangtua.
3. Hukuman malah membuat anak tidak belajar bagaimana seharusnya menyelesaikan konflik dengan cara yang efektif dan lebih manusiawi. Anak yang dihukum jadi memendam perasaan marah dan dendam. Anak yang dipukul orangtuanya pun jadi tidak bisa belajar bagaimana menghadapi situasi yang serupa di masa depan.
4. Hukuman untuk anak dengan kekerasan bisa mengganggu ikatan antara orangtua dan anak. Ikatan yang kuat seharusnya didasari atas cinta dan saling menghargai.
Jika Anda memukul anak, dan si anak kemudian menuruti perkataan Anda, apa yang dilakukannya itu hanya karena dia takut. Sikap itu pun tidak akan bertahan lama karena pada akhirnya anak akan memberontak lagi.
5. Anak yang mudah marah dan frustasi tidaklah terbentuk dari dalam dirinya. Kemarahan tersebut sudah terakumulasi sejak lama, sejak orangtuanya mulai memberinya hukuman dengan kekerasan.
Hukuman itu memang pada awalnya sukses membuat anak bersikap baik. Namun, saat si anak beranjak remaja dan menjadi dewasa, hukuman itu malah menjadi buah simalakama.
6. Anak yang dipukul di bagian sensitifnya, bisa membuat anak mengasosiasikan hal itu antara rasa sakit dan kenikmatan seksual. Pemikiran tersebut akan berdampak buruk, terutama jika anak tidak mendapat banyak perhatian dari orangtuanya, kecuali hanya saat dihukum.
Anak yang mengalami hal tersebut akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Mereka percaya, mereka tidak layak mendapatkan hal yang lebih baik.
7. Hukuman fisik bisa membuat anak menangkap pesan yang salah yaitu 'tindakan itu dibenarkan'. Mereka merasa memukul orang lain yang lebih kecil dari mereka dan kurang memiliki kekuatan, memang boleh.
Saat dewasa, anak ini akan tumbuh menjadi orang yang kurang memiliki kasih sayang pada orang lain dan takut pada orang yang lebih kuat dari mereka.
8. Berkaca dari orangtuanya yang suka memukul, anak belajar kalau memukul merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengeksperikan perasaan dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, sungguh memukul anak bukanlah cara yang tepat untuk mendidik mereka atau membuat mereka jadi orang yang lebih baik.